Showing posts with label Hutan dan Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Hutan dan Lingkungan. Show all posts

Sunday, December 9, 2012

INDONESIA (LAGI) #ATOL

Tak bosan-bosannya kalo nge-Explore kekayaan alam yang dimiliki Indonesia..Baik kekayaan yang ada di diatas tanah, dibawah tanah maupun kekayaan yang ada di bawah laut. Tak heran juga kalo banyak yang mendengar Indonesia merupakan negara dengan urutan pertama, kedua, maupun ketiga dengan berbagai kekayaan alamnya. Kali ini ane pengen mencoba mengungkap salah satu kekayaan alam bawah lautnya, yakni berupa ATOL..
Banyak (mungkin) diantara kita yang belum tau apa itu “Atol”. Jujur ane juga baru tau pengertian Atol itu setelah ane ngobrol sama teman ane yang ngelakuin KKN di salah satu pulau di Nusa Tenggara.
Awal pembicaraan dimulai ketika si kawan menanyakan, “Tum tau gak Taman Nasional Takabone  (tepatnya Takabonerate)” dengan sikap santai ane jawab aja “Tau bro, di Sulawesi kan” dengan pede ane menjawab..Tapi kalo di Tanya lagi persisinya dimana saat itu ane belom tau =))
Lanjut lagi nih si kawan nanya, “brarti tau donk kelebihan TN Takabone itu tum..?”  Jawab ane, “Yang ane tau klo TN Takabone itu salah satu TN(L) atau Taman Nasional Laut yang indah bro dibanding TN Bunaken, yang notabene sama” TN(L) ..jelaslah, laut timur di Indonesia tidak diragukan keindahan lautnya. ..

Wednesday, November 21, 2012

Koar-koar #semeru

        20 November 2012...2 hari setelah kegiatan pendakian masal (penmas) Gunung Semeru 3676 mdpl.
Hellooooo Bob....apa kabar nih.? semoga kalian selalu dalam kondisi bahagia, sentosa dan dompet selalu dalam keadaan terisi penuh yak..~ :) hhaaaa

Sumber : Google (Penampakan Gunung Semeru)

       Hellloooooooooo Bob.., helooooo disini ane pengen sedikit mencoba mengomentari, berpendapat dan memberikan masukan terkait pendakian masal kemaren (15-18 Nov 2012). Dari acara ini tenyata banyak timbul teriakan dari para (yang ngakunya) pencinta alam dan yang (benar-benar) pecinta alam.. 
Banyak komentar bernada negatif yang sifatnya (terkesan) menjatuhkan dan tak layak untuk disampaikan (pendapat pribadi saya). Dan tak sedikit pula komentar yang bernada positif yang membangun yang diberikan dari berbagai pihak serta solusinya..

Memang jumlah 1697 pendaki bukannlah jumlah yang sedikit, itu merupakan jumlah yang sangat banyak.
Bisa dibayangkan sebanyak 1697 pendaki yang terdaftar dalam Penmas tersebut, belum lagi pendaki-pendaki lain (independent) yang ikut bergabung diluar event tersebut. Wooow kebayang deh banyaknya semana tuh..
Lagian ane jujur belom pernah ngalami dan ngerasain ndaki gunung dengan keadaan seramai itu, dan itu kenapa ane selalu menghindari ajakan-ajakan jika ada pendakian masal..Selain sumpek, padat dan nyemak alasan lain ane gak bakalan dapet feel untuk menikmati nikmatnya mendaki gunung dengan keadaan yang penuh sesak seperti itu..:) 

Monday, November 19, 2012

Called it; "Laron Attack"

Helllooo Haiii Bob..udah pernah ngalami seperti postingan ane diatas..? Yeaahh Serangan Laron...
Udah beberapa hari ini kosan ane (F6)  didatangi oleh gerombolan laron, tapi kali ini (19 November '12) bisa dibilang serangan yang paling parah...Kenapa ane bilang serangan terparah, yah karena yang nyerang gak umum Bob, datang ribuannnn...X_X..sbenarnya apa yang terjadi..? Sebenarnya munculnya gerombolan laron ini bisa dibilang sebagai tanda-tanda atau lampu hijau akan datangnya musim hujan...Fenomena alam yang masih terjaga..
Nih Bob, sebagian foto yang ane dapet pagi harinya setelah malam sebelumnya turun hujan lebat ...
Dibalik ini semua ternyata oh ternyata ada satu makluk yang mampu mengambil untung...Siapa dia?yah si  tokek dan Cicak...Seperti yang ane pelajari di waktu SD ada istilah rantai makanan, makan dan dimakan atau predator dan prey-predatornya....
Untunglah di kosan ane masih terjaga, dapat dilihat tokek dan cicak ikut membantu membasmi dan mengontrol jumlah laron yang menyerang kosan ane..Ibaratnya si tokek dan cicak semacam jadi prajurit gtu di Instana ini (kosan) :)...TBisa dibayangi kalo di lingkungan kita cicak dan tokek udah gak ada..Terimakasih untuk cicak dan tokek

Saturday, October 6, 2012

Tak semuanya (ular) berbisa ..!


Tak semuanya (ular) berbisa ..!
Kata itulah yang pertama kali aku ucapkan didepan para peserta Workshop "Pengenalan Jenis dan Penaganan Pada Gigitan Ular" yang diselenggarakan oleh KP3 (Kelompok Pengamat Peneliti dan Pemerhati) Herpetofauana (KP3H) Fakultas Kehutanan UGM
Acara ini merupakan workshop kali kedua yang dilaksanakan oleh KP3H.
Acara serupa pernah dilakukan pada tahun 2009 silam. Tahun 2009 kemarin,  saya diberi mandat untuk memberikan materi mengenai penanganan pertama pada gigitan ular. Acara workshop kali ini (2012) tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kembali saya mendapat amanah untuk sedikit memberikan materi mengenai Pengenalan jenis Ular kepada para peserta workshop.
Workshop "Pengenalan Jenis dan Penaganan Pada Gigitan Ular" ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 2012 dan bertempat di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. KP3 itu sendiri merupakan sebuah kelompok studi yang bernaung di bawah pengawasan HMM (Himpunan Mahasiswa Minat) FORESTATION (Family Of Forest Resource Conservation) atau biasa di kenal dengan nama Minat Konservasi Sumberdaya Hutan. Acara ini dapat terlaksana dengan baik berkat adanya kerjasama antara Eiger Adventure, Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta serta OMG sebagai media sponsored.
Acara workshop ini sebagian besar dihadiri dari masyarakat sekitar, yakni para rimbawan bulaksumur (sebutan mahasiswa/i kehutanan UGM). Akan tetapi juga ada beberapa tamu undangan dari fakultas lain yang hadir dalam acara ini.
Menurut kami, acara pengenalan seperti ini sangatlah penting untuk dilakukan secara periodik, mengingat fungsi dan kerja kami yang selalu dan senantiasa bersinggungan secara langsung dengan habitat dari ular itu sendiri. Karena paradigma di masyarakat yang sudah terbentuk bahwa secara umum menjudge bahwa semua ular itu berbisa dan berbahaya. Paradigma seperti ini harus segera diklarifikasi, mengingat tidak semua ular itu berbisa. Untuk itulah kita perlu mengenal dan membedakan ciri-ciri ular yang berbisa dan yang tidak berbisa.
Pentingnya mengenal dan membedakan ular ini adalah agar kita dapat menerapkan langkah-langkah yang tepat jikalau sewaktu-sewaktu kita dihadapkan secara langsung dengan ular-ular yang ada di alam. Alasan lain yang menjadikan pentingnyan pengenalan jenis ini adalah manfaat dari ular itu sendiri, salah satunya yaitu bermanfaat sebagai salah satu pendukung suatu ekosistem di alam. Selain itu semakin berkurangnya populasi beberapa jenis ular mengakibatkan beberapa jenis ini masuk dalam kategori yang dilindungi menurut undang-undang dan peraturan pemertintah yang berlaku di Indonesia.
Maka dari itu peribahasa yang berbunyi "tak kenal maka tak sayang" sangatlah tepat..! karena tanpa kita mengenal secara baik, tentu kita tidak akan dapat memberikan tindakan yang paling tepat. ......
Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana...
72m
eiger the real adventure
doorprize : daypack dan tas pinggang

Terimakasih Jogja.....72m...